Format Do'a

Format Do'a - Dengan Bismillah, saya akan berbagi dengan saudara/saudariku semuanya bagaimana format do'a yang baik. (InsyaAlloh) format do'a ini diridhoi Allah yang Maha Agung dan Maha Bijaksana.

Terkadang bahkan sering kali kita berfikir dan menduga-duga bagaimana dengan kualitas doa dan permohonan kita kepada Sang Pencipta, 
  • apakah ini baik?
  • apakah ini sopan?
  • apakah ini layak?
  • apakah ini teratur?
  • apakah ini diterima
Sesuai dengan 5 pertanyaan kita di atas yang sering kita fikirkan dalam hati nurani kita yang seakan kita tak berdaya dan selalu salah, karena memang kita tempatnya salah dan lupa.
Dengan aspek pola fikir kita dalam menanggapi tanda tanya besar tersebut mulai lah kita mencari-cari dan bertanya kepada rekan seperjuangan, dan guru ngaji, bahkan beberapa alim ulama' lainnya. Sekarang apa yang pertama harus kita lakukan untuk mencari jawaban dari pertanyaan dalam hati ini? Mari kita urutkan dari:

Mengingat apa saja sifat dan Asmaul Husna Sang Pencipta

Dengan mengingat sifat dan Asmaul Husna dari Allah SWT tentu kita akan lebih memahami dan tidak terburu-buru dalam menyikapi masalah yang telah kita hadapi. Kenapa begitu? Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang akan mengasihi makhluknya yang meminta kepadanya walaupun makhluknya telah durhaka kepadaNya. Allah SWT Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan akan mendengar setiap permintaan makhluknya yang berdoa dan meminta kepadaNya dengan bersungguh-sungguh. Bagaimana Allah akan menanggapi doa kita dengan sungguh-sungguh kalau kita saja tidak meminta dengan sungguh-sungguh? Kemudian, Allah Maha Sempurna lagi Maha Perkasa akan memaklumi ketidaksempurnaan makhluknya dalam berupaya berbuat baik dengan usaha mereka masing-masing termasuk dengan format doa mereka masing-masing. Allah SWT kan tidak menuntut kita harus berdoa dengan bahasa formal (arab) DIA memberi kemudahan kepada makhluknya dalam berdoa dan meminta kepadaNya dengan bahasa yang mereka gunakan. Memang kita direkomendasikan menggunakan bahasa formal dalam berdoa dan bermunajat kepadaNya, tetapi bagaimana kalau kita tidak mengetahui apa maksud dan tujuan yang kita utarakan dalam komunikasi denganNya? Memang kita harus belajar bahasa formal dengan baik dan fasih, karena salah panjang/pendek harakat dan tajwid dalam pengucapan akan berbeda juga artinya. Jadi kalau kita belum tahu bener apa arti dan tujuannya lebih baik kita menggunakan bahasa kita masing-masing.

Mengapa doa kita tidak terkabul?

Pertanyaan tersebut tentunya yang sangat sering jadi permasalahan. Penyebabnya yaitu sebagai berikut:
  • Tidak membersihkan diri
  • Kurang serius dalam bermunajat
  • Tidak melaksanakan tawasul
  • Ragu akan dikabulkan
Membersihkan diri di sini dalam artian kita tidak memakan makanan dari hasil yang haram. Kurang serius dalam berdoa akan memberikan timbal balik juga kepada kita Allah juga tidak akan serius mengabulkan doa kita. Tentu saja begitu, karena sekarang siapa yang butuh (Allah atau kita) bener kan? Tidak melaksanakan tawasul itu adalah tidak bermunajat dengan perantara Makhluk yang dicintai Allah. Sekarang kita misalkan "Jika kita cinta seseorang, apa sih yang tidak untuk dia?" sama juga dengan Allah. Allah juga menerima dan menyukai amalan kita yang baik, kita juga bisa bertawasul atas amalan baik kita tersebut. Ragu akan dikabulkan ini lah yang sangat parah, karena tanpa menganggap Allah lah satu-satunya yang Maha Segalanya apalagi cuma sekedar menjawab sekelumit doa kita yang tidak ada apa-apanya bagi kekuasaan ALLAH.

Adapun format doa yang baik yang sering saya fikirkan sebelumnya, karenaa semua itu Allah memberikan jalan yang baik untuk kita semua mungkin dengan menggunakan perantara saya. Inilah format doa yang mencakup banyak kegiatan untuk semua kegiatan kita sehari-hari:
  1. Bersyukur (Hamdalah)
  2. Membaca 2 kalimat Syahadat
  3. Membaca Sholawat atas Nabi
  4. Membaca doa untuk orang tua kita
  5. Membaca doa kegiatan saat itu (misal: doa mau makan, baca doa sebelum makan)
Keterangan:
  • Dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat untuk kita.
  • Dengan membaca 2 kalimat Syahadat, kita selalu mengingat tauhid kita dan bersaksi atas Keagungan Allah SWT.
  • Dengan bersholawat atas Nabi, kita selalu menyatakan bahwa kita umat Nabi Muhammad yang sangat ALLAH cintai. Dengan kata lain apa yang tidak dikabulkan Allah demi makhluk yang sangat kita cintai.
  • Dengan berdoa untuk orangtua kita setiap kita akan beraktifitas Allah akan mengampuni doa seorang anak untuk orangtuanya yang sangat mereka sayangi. Doa anak untuk orangtua sangat mujarab, begitu juga sebaliknya.
  • Membaca doa sebelum beraktifitas lah yang terakhir urutannya sesuai isi doa tersebut.
Catatan: Format doa di atas bisa digunakan hendak beraktifitas apa saja. (Misal: hendak sholat, mengaji, tidur, makan, belajar, bepergian, dan kegiatan baik lainnya).